Minggu, 26 Januari 2014



BAB I
PENDAHULUAN

            Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah social. Untuk dapat menelaah masalah-masalah social, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasai kenyataan-kenyataan social dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu.
            Masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbegai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan laiannya saling berkaitan.
            Untuk memehami dan menghayati berbagai masalah sosial yang berhubungan dengan perkembangan individu dan keluarga, serta hubungan diantaranya didalam masyarakat, untuk itu maka dikaji mengenai INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      PERTUMBUHAN INDIVIDU
Kata “ Individu” berasal dari kata latin, yaitu individuum, berarti “yang tak terbagi”. Jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Arti lainnya adalah sebagai pengganti “orang seorang” atau manusia perorangan. Disini terlihat bahwa sifat dan fungsi manusia, sebagaimana ia hidup di tengah-tengah individu lain dalam masyarakat.
            Manusia sebagai mahluk yang paling sempurna di antara mahluk hidup ciptaan Tuhan, karena manusia memiliki akal. Namun demikian demikian sebagia mahluk biologis merupakan individu yang memiliki potensi-potensi kejiwaan yang harus dikembangkan. Dalam rangka perkembangan individu ini diperlukan suatu keterpaduan antara pertumbuhan jasmani dan rohani.
            Dalam rangka perkembangan itu, sudah tentu individu tidak mampu berdiri sendiri, melainkan hidup dalam suatu antar hubungan sesame manusia. Dengan demikian dalam hidup dan kehidupannya harus selalu mengadakan kontak dengan manusia lain. Jadilah kemudian manusia sebagai individu merupakan makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat. Dengan demikian manusia yang pada mulanya lahir sebagai individu, hidup dalam kelompok yang dalam hal ini merupakan saat awal kehidupan yaitu hidup dalam keluarga. Adanya saling ketergantungan diantara sesama manusia dan hakikat dari pada manusia, maka timbulah kemudian suatu kehidupan individu dalam masyarakat.
            Manusia pada waktu lahir tampaknya sangat lemah. Keadaan yang tampaknya lemah itu tidak berarti bahwa bayi tidak mampunyai potensi apa-apa atau tidak mempunyai kemungkinanuantuk berkembang dan juga mempunyai masa muda, mempunyai masa untuk mempersiapkan diri.
            Pada masa dewasanya manusia lebih banyak menghadapai masalah hidup yang tidak dapat diatasi dengan insting, tetapi manusia tidak semata-mata dikuasai oleh insting, manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang dapat berkembang, pembawaan, kesadaran, perasaan, cita-cita, pikiran dan sebagainya, yang kesemuanya berpengaruh terhadap hidup dewasanya.
            Manusia dikatakan individu apabila pola tingkah lakunya sudah bersifat spesifik didalam dirinya dan bukan lagi menuruti pola tingkah laku umum. Apabila manusia dalam tindakan-tindakannya menjurus kepada kepentingan pribadi maka disebut makhluk individu sebaliknya, apabila tindakan-tindakannya merupakan hubungan manusia dengan lainnya, maka manusia itu dikatakan makhluk sosial.
            Dalam kenyatan hidup di tengah-tengah masayarakat setiap warga masyarakat yang wajar adalah menyesuaikan tingkah lakunya menurut situasi aktual yang dihayatinya, mengadaptasikan dengan situasi lingkungan dimana ia berada. Peranan yang paling tepat ialah bilamana ia mampu bertindak multi peranan, peranan silih berganti, ia harus mampu memerankan diri sebagai individu dan juga sebagai anggota masyarakat. Keberhasilan seseorang dalam mempertemukan titik optimum yang berbeda yakni peran individu dan peran sosial disebut seseorang telah sampai pada tingkat “matang” atau “dewasa” dalam arti sosial.

2.      FUNGSI-FUNGSI KELUARGA
  1. Fungsi Hubungan Sex
Mengenai fungsi seksual dalam keluarga, tiap-tiap masyarakat menyusun tata tertib, berdasarkan atas sistem nilai-nilai sosial budaya dan faktor kebutuhan biologis. Didalam masyarakat kita yang berdasarkan adat dan hokum agama, hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan hanya dibenarkan didalam keluarga.
  1. Fungsi Ekonomi
Artinya bagi kelangsungan hidupnya, keluarga harus mengusahakan penghidupannya. Didalam masyarakat yang sederhana pembagian kerja dalam rangka kerjasama ekonomi dilakukan antara angota-angota keluaga.pemenuhan ekonomi itu tidak hanya menyangkut suami istri saja, melainkan juga memperkuat berbagai relasi sosial antara orang tua dan anak.

  1. Fungsi Reproduksi
Bahwa dorongan dasar manusia untuk melangsukan kehidupan jenisnya menimbulkan basic needs untuk menimbulkan daya terik seks, percintaan, pengorbanan menimbulkan kebutuhan dasr biologis untuk memenuhi kebutuhan seksual yang kemudian dapat menghasilakan keturunan.
  1. Fungsi Edukasi
Fungsi ini merupakan konsekuensi yang logis daripada pemeliharaan anak-anak yang dilahirkan didalam keluarga. Proses sosialisasi dari seorang anak dimulai didalam lingkungan keluarga. Dari lingkungan keluarga itulah anakbelajar berbahasa, mengumpulkan pengertian-pengertian dan menggunakan nilai-nilai kebudayaan yang berlaku.
3.      INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah pergaulan hidup manusia, sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan-ikatan antara aturan yang tertentu. (WJS. Poerwodarminto).
Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk sosial ada kecenderungan melakukan kesalahan sesame manusia. Kecenderungan yang bersifat sosial ini selalau timbul karena pada diri manusia ada sesuatu saling membutuhkan. Dari kenyataan ini kemudian timbul struktur antar hubungan yang beraneka ragam.
Selanjutnya individu yang menjadi anggota public nampak lebih sadar terhadap diri dan kepentingannya  dari pada terhadap kelompoknya. Ia pun tidak perlu terpengaruh oleh hadirnya orang lain. Ia bertindak sesuai dengan obyek yang menarik perhatiannya dan berdasarkan dorongan yang timbul daripadanya, berhubungan dengan pengambilan tentang keputusan sesuatu isu sesuai dengan pikirannya.
BAB III
KESIMPULAN

Dari seluruh uraian diatas maka kami dapat menimpulkan bahwa keterkaitan antara Individu, keluarga dan masyarakat adalah :
Manusia sebagai Individu yang terbentuk dari keluarga dan membentuk masyarakat, yang saling berinteraksi karena hubungan sosial, karena individu harus berada didalam kehidupan sosial yaitu masyarakat, untuk ikut keterkaitan antara individu, keluarga dan masyarakat sangatlah penting dalam kehidupan bermasyarakat.












DAFTAR PUSTAKA

Drs. H. Hartono, Dra. Arnicun Aziz, Ilmu Sosial Dasar, Bumi Aksara 2004
Soelaeman, Dr. M. Munandar. Ilmu Sosial Dasar. Refika Aditama.2006
Bainar, Prof. Dr. Hajjah, dkk. Ilmu Sosial, Budaya, dan Kealaman Dasar. CV. Jenki Satria. 2006
Agus, Bustanuddin. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial Studi Banding Pandangan Ilmiah Dan Ajaran Agama. Gema Insani. Jakarta. 1999.

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!